BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Tahapan terakir yang merupakan
tahapan paling penting dalam proses pelaksanaan penelitian adalah tahapan
laporan penelitian. Betapapun pentingnya teori dan hipotesis penelitian, atau
atau betapun hati-hati dan telitinya rancangan dan pelaksanaan penelitian itu,
atau bagaimanapun hebatnya penelitian itu, semuanya akan kecil hasilnya apa
bila penelitian hasil penelitian tidak dilaporkkan secara tertulis. Peenelitian
membutuhkan komuniksai dengan pihak lain sehingga pengalamaan penelitiannya
menambah perbendarahaan untuk kepentingan perkembangan ilmu pengetahuan.
Bentuk, isi, dan cara melaporkan
hasil penelitian akan menentukan bagaimana proses penyebaran pengalaman
penelitian dapat berlangsung secara mestinaya didalam masyarakat luas.
Untuk berhasilnya penyebarannya
pengalaman penelitian perlu mempertimbangkan beberapa pertanyaan dasar seperti
: apa yang akan dilaporkan, siapa yang akan menerima laporan, dengan jalan apa
laporan itu disebarkan, apa pengaruh penyebaran laporan itu?
B.
Rumusan Masalah
Rumusan
masalah ini dibaut agar penulis mengatahui permasalahan apa saja yang akan mau dibahsa.
1.
Apa saja aturan penulisan karya ilmiah itu?
2.
Bagaimana format laporan penelitian?
3.
Bagaimana Fungsi, Isi, Dan Bentuk Laporan Hasil Penelitian?
4.
Bagaimana format penulisan skripsi?
C.
Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah tersebut penulis dapat menyimpulkan
tujuan dari makalah ini, yaitu:
1.
Untuk mengetahui aturan penulisan karya ilmiah.
2.
Untuk mengetahui format laporan penelitian.
3.
Untuk mengetahui Fungsi, Isi, Dan Bentuk Laporan Hasil Penelitian.
4.
Untuk mengetahui format penulisan skripsi.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
ATURAN PENULISAN
Selama mengadakan pendidikan pelaksana
tentu membuat catatan-catatan tentang apa mula-mula ia (mereka) pikirkan hingga
muncul gagasan mengadakan penelitian. Terpenting dari catatan yang dibuat
adalah apa yang telah dilaksanakan selama penelitian berlangsung. Di dalam
menulis laporan penelitian, kita seperti sedangt bercerita. Agar apa yang kita
ceritakan dapat dipahami oleh pembaca. Maka harus diperhatikan
persyaratan-persyaratan tertentu. Tentu saja aturan penulisan laporan penelitian.
Berbeda dengan aturan menulis cerita novel atau sejarah. Penelitian adalah
suatu kerja ilmiah, maka laporan yang dibuat harus mengikuti aturan-aturan
penulisan karya ilmiah.[1]
Laporan penelitian bertujuan untuk
memberitahuakan kegitan penelitian mulai proses penelitian yang menggunakan
metodologi tertentu sampai temuan yang didapatkan. Dalam prosesnya, dilakukan
pengumpulan data, percobaan-percobaan daan anlisis data. Hasil penelitian
dilaporkan dalam bentuk tulisan berdasarkan tata tulis yang lazim dan memenuhi
persyaratan yang diperlukan. Laporan ini sering disajikan dalam pertemuan
ilmiah atau seminar untuk mendapat tanggapan dari pihak lain dan untuk
mempertanggungjawabkan kebenarannya.[2]
Yang perlu diperhatikan peneliti
dalam menulis laporan hasil penelitian, antara lain adalah:
1.
Peneliti dalam menulis laporan harus tahu betul kepada siapa
laporan itu ditujukan.
2.
Peneliti dalam menulis harus menyadari bahwa membaca laporan harus
mengikuti kegiatan proses enelitian. Namun dalan hal ini lapopran mengajar
orang lain untuk mencoba mengikuti ap yang talah ia lakukan. Oleh karena itu
langkah demi langkah harus ditemukkan secara jelas termasauk alas an-alasan
mengapa hal itu ia lakukan.
3.
Peneliti dalam menulis laporannya harus menyadari bahwa pembaca
laporan penelitiannya tidak mengikuti kegiatan proses peneliti. Akan tetapi
sipembaca diajak untuk mencoba untuk mengikuti proses penelitian yang
dilakukan.
4.
Peneliti dalam menulis laporan harus menyadari bahwa latar belakang
pengetahuan pengalaman dan minat pembaca lapopran tidaklah merupakan hal yang
sangat penting, tatapi bsebaian lagi menangkap sebaiknya.oleh karena itu
apabila peneliti memahami (tentu saja) beberapa pentingnya penelitian itu.
Supaya dikemukakan dengan jelas letak dan kedudukan hasil penelitiannya dalam
konteks pengetahuan secara umum.
5.
Dalam menulis hasil laporan penelitian, tidak perlu semua data
dilaporkan, tetapi yang penting, jelas dan menyakinkan.[3]
B.
FORMAT LAPORAN PENELITIAN
Telah disebutkan bahwa banyak sekali format laporan yang yang dapat
digunakan, yang sebenarnya ini yang dicakupkan sama. Yang menyebabkan adanya
perbedaan adalah;
1.
Urutan penyajian
2.
Penekanan materi yang dilaporkan
3.
Pandangan perlu tidaknya suatu bagian disampaikan pembaca.
Sehubungan
dengan format, burroughs mengatakan bahwa perbedaan format bukanlah hal begitu
penting untuk dimasalahkan. Yang penting diperhatikan adalah;
1.
Bahwa pembacadapat memahami dengan jelas apa yang telah dilakukan
oleh peneliti, apa tujuannya dan bagaimana hasilnya.
2.
Bahwa langka dan mendannya jelas sehingga pembaca dapat mengulangi
proses penelitian itu apabila ia menghendaki.
Berikut ini
akan disajikan sebuah model format laporan penelitian yang diajukan oleh Brog &
Gall. Contoh format.
BAHAN PENDAHULUAN (PLEMINIARY
MATERIALS)
1.
Halaman judul
2.
Pengantar kata
3.
Daftar isi
4.
Daftar table
5.
Daftar gambar
6.
Ilustrasi atau Diagram-diagram.
7.
Gambar laporan (body if the paper).
BAB I PENDAHULUAN
A.
Permasalahan
B.
Rumusan permasalahan
C.
Tujuan penelitian
BAB II PENELAAHAN KEPUSTAKAAN\KAJIAN PUSTAKA.
A.
Penemuan yang lalu
B.
Teori yang mendasari
C.
Ringkasan dan kerangka piker peneliti
D.
Hipotesis
BAB III METODOLOGI
A.
Pemilihan subjek. (populasi, sampel (cuplikan) dan bteknik sampling
(teknik pencuplikan)
B.
Desain dan pendekatan penelitian
C.
Pengumpuilan data
BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN
A.
Validasi istrumen
B.
Pengumpilan data penyajian data
C.
Analisis data
D.
Hasil analisin
BAB V HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
A.
Hasil penelitia
B.
Pembahasan
C.
Diskusi
BAHAN PENUNJANG
A.
Kepustakaan
B.
Indeks[4]
C. FUNGSI, ISI, DAN BENTUK LAPORAN HASIL PENELITIAN
Setiap selesai mengadakan penelitian
biasanya membuat laporan penelitian. Penulisan laporan penelitian itu berfungsi
untuk memenuhi beberapa keperluan:
1.
Keperluan studi akademis
2.
Perkembangan ilmu pengetahuan
3.
Keperluan lembaga masyarakat, lembaga pemerintah, atau lembaga bisnis
4.
Keperluan publikasi[5]
Bentuk, isi dan gaya laporan
penelitian harus disesuaikan baik dengan tingkat pengetahuan, pengalaman dan
perhatian pembaca maupun dengan harapan mungkin akan berfeadag kepada mereka
yang mencari keterangan dari hasil penelitian itu[6].
Contoh Kerangka
Proposal Penelitian
(untuk kepentingan umum)
Proposal
Penelitian Kuantitatif
|
Proposal
Penelitian Kualitatif
|
PENDAHULUAN
:
A.
Latar Belakang Masalah
B.
Identifikasi Masalah
C.
Pembatasan Masalah
D.
Perumusan Masalah
E.
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
LANDASAN
TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR :
A.
Landasan teori/kerangka teori/tinjuan teoritis/tinjuan pustaka
B.
Kerangka berpikir
C.
Penelitiaan yang relevan
D.
Hipotesis penelitian
METODOLOGI
PENELITIAN :
A.
Sasaran, waktu, dan lokasi penelitian
B.
Metode penelitian yang digunakan
C.
Populasi dan teknik pengambilan sampel
D.
Instrument penelitian (termasuk uji coba intrument)
E.
Teknik pengumpulan data
F.
Teknik analisis data
G.
Hipotesis statistic
DAFTAR
PUSTAKA
|
PENDAHULUAN
:
A.
Latar Belakang Masalah
B.
Pertanyaan/Perumusan Penelitian
C.
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
LANDASAN
TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR :
A.
Landasan teori/kerangka teori/tinjuan teoritis/tinjuan pustaka
B.
Kerangka berpikir
C.
Penelitian yang relevan
METODOLOGI PENELITIAN :
A.
Sasaran, waktu, dan lokasi penelitian
B.
Metode penelitian yang digunakan
C.
Instrument penelitian
D.
Teknik pengumpulan data
E.
Teknik analisis data
DAFTAR
PUSTAKA[7]
|
D.
FORMAT SKRIPSI
Laporan hasil penelitian yang
dilaksanakan oleh mahasiswa lazim dinamakan skripsi. Skripsi ini harus
mengikuti bentuk-bentuk tertentu seperti yang telah digariskan oleh perguruan
tinggi di mana mahasiswa tersebut belajar. Yang dimaksud dengan bentuk skripsi
adalah keseluruhan bagian yang perlu ada atau bilamana ada pada suatu buku
skripsi. Mengingat hasil penelitian yang disusun dan dilaporkan dalam bentuk
skripsi kenyataannya berbentuk buku, maka bentuk buku skripsi ini tidak jauh
berbeda dengan bentuk buku-buku teks pada umumnya.
Biasanya bentuk buku skripsi terdiri
dari tiga bagian pokok, yaitu;
1.
Bagian awal (premiliany section),
2.
Bagian tengah (contents, body atau text).
3.
Bagian akhir (refence section).
Pada masing-masing bagian itu berisi
kelengkapan-kelengkapan pokok yang perlu ada dan kelengkapan-kelengkapan yang
kurang pokok yang tidak merupakan keharusan untuk dicantumkan pada
bagian-bagian itu.
1.
Bagian Awal (premininiary section) biasanya berisi
kelengkapan-kelengkapan sebagai berikut;
a.
Halaman judul (title page)
b.
Halaman penerimaan (pengesahan) skripsi oleh pembingbing.
c.
Halaman motto atau persembahan (bilamana ada)
d.
Halamn kata pengantar atau acknowledgement (ucapan terima kasih)
e.
Halaman daftar isi
f.
Halaman data table ( bilamana ada)
g.
Halaman daftar gambar; grafik, diagram bagramdata dan sebagainya
(bilamana ada)
2.
Bagian Tengah (content) biasanya berisi kelengkapan- kelengkapan
sebagai berikut;
a.
bab pendahuluan
b.
bab uraian teoretis (tinjaun pustaka)
c.
bab-bab uraian empiric (hasil penelitian)
d.
bab kesimpulan dan saran.
3.
Bagian Akhir (reference section) biasanya berisi
kelengkapan-kelengkapan sebagai berikut;
a.
Daftar Pustaka (bibliografi) .
b.
Lampiran atau Appendix (bilamana ada).
c.
Indeks 9 bilamana ada).
Untuk lebih memahaminya kami berikan
penjelasan mengenai bagian dari skripsi itu sendiri sebagai berikut :
1.
Bagian Awal
a.
Halaman judul yang dicantumkan halaman judul ;
1)
Pada halaman bagian atas ditulis judul skripsi, dimana jika lebih
dari satu baris disusun berbentuk piramida terbalik dan diketik dengan satu
spasi. Judul skripsi keseluruhannya diketik dengan huruf besar, ditulis lengkap
tidak ada bagian yang disingkat.
Judul
skripsi sebaiknya singkat, tetapi cukup mencerminkan secara jelas dan
deskriptif isi skripsi, sehingga pembaca dapat memperoleh pengertiasn yang
tetap mungkin mengennai apa yang dimaksud oleh penulis. Dapayt juga judul
skripsi dibagi dalam dua bagian, bilamana judul itu dirasa terlalu panjang.
Bagian pertama merumuskan pokok persoalan, sedangkan bagian kedua, yang
merupakan anak judul, merupakan keterangan pada pokok persoalan.
2)
Pada halaman bagian tengah dicantuimkan suatu pernyataan yang
menjelaskan bahwa akripsi itu diajukan untuk memperlengkapi tugas-tugas dan
memenuhi syara-syarat guna mencapai gelar sarjana ilmu tertentu pada jurusan
tertentu disuatu fakultas dari universitas tertentu. Pertanyaan ini diketik
satu spasi dan juga dalam bentuk piramida terbalik.
3)
Pada halaman bagian bawah ditulisjkan nama lengkap penulis dan
nomor mahasiswanya. Nama penulis diketik
dengan huruf besar.
4)
Pada halaman bagian paling bawah dituliskan bulan dan tahun
penyerahan.
Perlu
diperhatikan bahwa halaman judul ini dihitung sebagai halaman pertama dari
bagian awal skripsi, tetapi tidak perlu diberi nomer halaman.
b.
Halaman penerima skripsi oleh pembingbing
Halaman ini berisi;
1)
Nama kota dan tanggal, bulan, tahun,( tempat dan waktu) pengesahan
skripsi.
2)
Kalimat; Disetujui dan diterima baik oleh pembingbing.
3)
Ruang tanda tangan dan nama lengkap ndari dosen pembingbing.
Pengesahan ini ditempatkan pada setengah halaman bagian bawah dari halaman
penerima atau pengesahan tersebut.
4)
Halaman motto persembahan ( bilamana ada). Halaman ini dapat berisi
motto dan atau persembahan. Motto dituliskan di bagian kiri atas. Motto adalah
semacam semboyan yang berupa kalimat pendek, yang menggambarkan pandangan hidup
penulis sehubungan dengan penulis skripsi tersebut. Denngan demikian motto
merupakan pernyataan penulis secara implicit bahwa permasalahan yang sedang
diteliti itu penting dan urgen. Fungsi lain dari motto adalah guna menyegarkan
‘’ usaha’’ skripsi itu sendiri, mengingat bahwa uraian ilmiah biasanya
cenderung bersifat kering.
Mengingat
fungsi tersebut maka penulis perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut;
a)
Isi motto hendaknya ada hubungannya dangan masalah yang ditulis.
b)
Motto jarang terlalu panjang.
c)
Motto hendaknya puitis.
d)
Hendaknya dicantumkan dari mana motto itu berasal.
Contoh
Motto;
Tiada
pengorbanan yang sia-sia
Jer besuki
mowo beyo
Pengetahuan
adalah kekuasaan
Tiada
lari gunung dikejar
Motto
dapat diambil dari peribahasa, dalil-dalil agama, ucapan orang-orang besar, ide
ciptaan penulis sendiri dan sebagainya. Motto tidak terikat harus menggunakan
bahasa Indonesia.
Kata persembahan ditulis dibagian bawah kanan. Ini bermaksud member
kesempatan kepada penulis untuk menyampaikan kata hatinya terutama hasrat
pengabdiannya.
Contoh
kata persembahan;
Persembahan
buat : Ayah ibu terhormat dan adik-adik tercinta .
Buat
almameter dan Solo kotaku.
c.
Halaman kata pengantar
Fungsi utama dari pengantar (prefance) adalah mengantarkan para
pembaca pada persoalan yang dibahas, judulnya, mengapa memilih persoalan itu,
tetapi belum sampai pada keseluruhan persoalannya.
Kata pengantar juga berisi dalam rangka apa skripsi itu ditulis,
cara pendekatan apa penulis pergunakan, dan kekhususan-kekhususan tertentu dari
skripsi tersebut. Kemudian diikuti ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang
telah membantu dalam rangka penyusunan skripsi itu (acknowledgement).
Pada akhir pernyataan tersebut, disebelah kanan dituliskan; kota,
bulan dan tahun. Dibawahnya dicantumkan kata ‘’penulis’’ dan dibawahnya lagi
disebutkan ‘’nama penulis’’ dalam tanda kurang.
Kata pengantar ini sebaiknya dibuat sesingkat-singkatnya, cukup
dalam satu halaman.
d.
Halaman daftar isi
Isi pada daftar isi ini sebenarnya adalah kerangka dari skripsi
itu. Disamping member petunjuk secara garis besar mengenai seluruh isi yang terdapat
dalam skripsi itu, daftar isi juga memberikan gambaran yang pasti tentang
urutan cara berpikir penulis dalam memecahkan persoalan (sistenatik).
Biasanya daftar
isi membuat :
Daftar isi
(sebagai judul)
Daftar tabel
(sebagai judul, bilamana ada)
Daftar gambar
(sebagai judul, bilamana ada)
Judul bab-bab
skripsi.
Sub-sub bab.
e.
Halaman daftar tabel (bila ada)
Bila skripsi itu mencantumkan banyak tabel, maka tabel-tabel
tersebut hendaknya didaftar urut untuk seluruuh isi skripsi dengan nomor yang
berurutan. Daftar tabel ini hendaknya dimuat pada halaman daftar tabel.
f.
Halaman daftar gambar (bila ada)
Sebagaimana pada tabel, gambar, (dapat berupa grafik, diagram,
bagan, peta dan sebainya) hendaknya diberi nomor urut untuk seluruh isi
skripsi. Daftar gambar tersebut kemudian dimuat pada halaman daftar gambar.
2.
Bagian tengah
Isi skripsi dibagi dalam bab-bab, dimana setiap bab dibagi-bagi
lagi atas subbab-subbab. Subbab dapat dibagi lagi atas anak pragraf dan
seterusnya. Jumlah bab dalam skripsi tergantung pada pembagian yang logis serta
sifat pada materi yang dibahas. Sekalipun demikian hal-hal sebagai berikut
perlu diperhatikan :
a.
Bab pendahuluan, yang berisi beberapa hal yaitu;
1)
Latar belakang persoalan, mengungkap latar belakang timbulnya
masalah yang akan dibahas dalam skripsi.
2)
Perumusan masalah atau identifikasai masalah.
3)
Apa yang menjadi tujuan serta kegunaan dari penelitian itu.
4)
Kerangka pemikiran.
5)
Anggapan dasar yang dijadikan titik tolak buktikan kebenarannya,
juga merupakan penuntun arah dari analisis data.
6)
Uraian metodologi penelitian, di mana dibicarakan.
a)
Rancangan penelitian
b)
Jenis paryabel dan pengukurannya
c)
Responden
d)
Metode penarikan sampel
e)
Metode pengumpulan data
f)
Instrument penelitian
g)
Analisis data (model analisis).
Kita mengenal
data berbagai model analisis misalnya analisis regresi dan korelasi, analisis
linier programming, analisis input autput, analisis benefic-cost ratio dan
sebagainya. Untuk pengujian hipotetis dalam statistic dikenal ada uji t, uji F,
uji
.
Dari metode
analisis yang dipilih kemukakan kebaikan dan kelemahannya atau keterbatasannya
dan kemukakan usaha-usaha untuk mengatasi kelemahannya.
7)
Outline laporan penelitian yang merupakan ikthisar dari skripsi.
Dalam subbab
ini diuraikan secara singkat pada bab-bab yang ada dalan skripsi. Dengan
perkataan lain diuraikan struktur atau sistematik skripsi. Sesudah bab
pendahuluan, kemudian dikemukakan bab-bab penguraian dan dibagi menurut
bagian-bagian yang logis.
b.
Bab Uraian teori atau tinjaun pustaka.
Dalam bab ini diketegahkan teori-teori ilmu pengetahuan yang yang
bersangkutan dengan persoalan yang sedang diteliti. Misalnya yang sedang
diteliti masalah pemasaran komoditi hasil pertanian, maka diketengahkan teori-teori
ilmiah tentang pemasaran (tata niaga) komoditi hasil pertanian. Teori disinig=h
mencakup pula hasil-hasil penelitian yang sudah ada dari peneliti terdahulu
dalam bidang yang sama. Perlu diperhatikan uraian teori disini supaya diarahkan
pada penguatan hipotesis yang telah dikemukakan pada bab pendahuluan.
c.
Bab-bab uraian empiric atau hasil penelitian
Dalam bab-bab ini disajikan data yang didapat dari penelitian
lapangan (setelah data yang dibutuhkan dikumpulkan, disusun, dan diolah). Dari
data yang telah disajikan itu kemudian diadakan penganalisisan, untuk nantinya
pada kesimpulan-kesimpulan hasil analisis. Perlu diperhatikan bahwa analisis
data hendaknya diarahkan pada pembuktian hipotetis yang telah dikemukakan oleh
penulis.
Banyaknya
bab uraian empiric ini ditentukan menurut kebutuhan. Umumnya dipisahkan dalam
‘’bab ganbaran umum objek penelitian’’, ‘’bab analisis data’’, ‘’bab kesimpulan
dan saran’’.
3.
Bab Terakhir
Dari skripsi merupakan bab kesimpulan dan saran. Bab terakhir dari
dari bagian tengah ini biasanya terdiri dari dua subbab, yaitu;
a.
Kesimpulan.
Perlu
diperhatikan bahwa kesimpulan tidaklah sama dengan ikhtisar. Sesuatu yang menyimpulkan
akan memperhatikan interpretasi mengenai implikasi hubungan dan akibat atau
hasil dari segenap uraian yang mendahuluinya, sedangkan ikhtisar meringkaskan
apa yang telah diuraikan. Dalam mengemukakan kesimpulan penulis tidak
diperkenankan menyimpulkan sesuatu apabila pembuktiannya tidak terdapat dalam
penguraian. Dan dalam kesimpulan iniakir penulis menarik kesimpulan apakah
proses Hipotesis yang telah dikemukakan pada bab pendahuluan terbukti benar
atau sebaliknya terbukti tidak benar.
Untuk melihat
ketetapan dan kewajaran “kesimpulan” perlu dijawab pertanyaan-pertanyaan
dibawah ini untuk mengeceknya :
1)
Apakah kesimpulan itu dapat diperkuat dengan bukti-bukti yang
terdapat dalam uraian?
2)
Apakah kesimpulan itu langsung berhubungan dengan pembuktian benar
tidaknya sesuatu hipotesis, selanjutnya untuk hipotesis yang mana?
3)
Apakah kesimpulan itu diperoleh dari hasil pertimbangan yang tidak
memihak pada data?
4)
Apakah kesimpulan itu terbatas pada uraian yang ada, ataukah
penulis telah membuat kesimpulan yang terlalu luas, melebihi batasan-batasan
generalisasi?
5)
Apakah keseluruhan simpulan merupakan jawaban yang langsung
terhadap masalah dan tujuan penelitian?
6)
Apakah perumusan kesimpulan telah jelas dan teliti sehingga setiap
pembaca dapat menangkapnya?
b.
Saran
Saran-saran ini
harus menunjukan kesesuaian seperti dengan masalah, penguraian, dan kesimpulan.
Saran-saran ini muncul karena peneliti melihat kelemahan-kelemahan yang
berhubungan dengan objek studinya.
4.
Bagian Akir
Bagian akir ini biasanya terdiri dari :
a.
Daftar Pustaka (bibliografi)
Yang dimaksud daftar pustaka adalah suatu daftar yang terperinci
dan sistematis dari semua karya ilmiah yang oleh penulis gunakan dalam
penulisan skripsi baik secara langsung maupun tidak langsung.
b.
Lampiran atau appendix
(bila ada)
Yang dimaksud dalam lampiran misalnya formulir, suara keterangan,
daftar pertanyaan, daftar angkaet, contoh-contoh, peraturan-peraturan, akte
perjanjian, anggaran ru,mah tamngga dan sebagainya. Lampiran diperlukan apabila
ada bahan-bahan yang bersifat suplementer (melengkapi) atau ekplanatoria
(menjelaskan) yang tidak perlu dimasukan dalam teks. Bilamana terdapat terdapat
lebihh dari sebuah lampiran dapat disesuaikan dengan urutan keperluannya dalam
teks atau menurut keselaratan lampiran dalam keseluruhannya. Lampiran biasanya
ditandai angka romawi besar, jadi lampiran yang pertama disebut lampiran I dan
seterusnya.
c.
Indeks (bila ada)
Mungkin dalan skripsi itu banyak terdapat kata atau istilah asing
atau bahasa daerah yang kiranya memerlukan penjelasan tersendiri, maka kata dan
istilah asing beserta penjelasannya dapat dimasukan dalam indeks istilah.
Indeks ini dapat juga untuk menyajikan daftar pengarang dimana
tulisan-tulisannya telah banyak dikutip dalam skripsi tersebut, dan daftar
subjek pembicaraan penting yang terdapat dalam skripsi tersebut. Keduanya
berturut-turut dinamakan indeks pengarang dan indeks subjek. Indeks ini di
susun secara alfabetis agar muda dicari.[8]
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
Kesimpulan
Penulisan laporan penelitian
merupakan sutu bagaian akir yang tak terpisahkan dari kegiatan penelitian dan
dibagi atas beberapa bagian yaitu fungsi, jenis, dan bentuk loparan penelitan,
kerangka dan isi laporan.
Pada bagian ini, fungsi laporan ada macam-macam sesuai dengan keperluan
penggunaan laporan penelitian itu sendiri. Berkaitan dengan bentuk laporan
penelitian itu menjaddi berbagai macam. Uraian pada bagian ini seterusnya hanya
dibatasi pada laporan penelitian bentuk ilmiah.
Laporan hasil penelitian yang
dilaksanakan oleh mahasiswa lazim dinamakan skripsi. Skripsi ini harus
mengikuti bentuk-bentuk tertentu seperti yang telah digariskan oleh perguruan
tinggi di mana mahasiswa tersebut belajar. Yang dimaksud dengan bentuk skripsi
adalah keseluruhan bagian yang perlu ada atau bilamana ada pada suatu buku
skripsi. Mengingat hasil penelitian yang disusun dan dilaporkan dalam bentuk
skripsi kenyataannya berbentuk buku, maka bentuk buku skripsi ini tidak jauh
berbeda dengan bentuk buku-buku teks pada umumnya.
Biasanya bentuk buku skripsi terdiri
dari tiga bagian pokok, yaitu;
1.
Bagian awal (premiliany section),
2.
Bagian tengah (contents, body atau text).
3.
Bagian akhir (refence section).
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsiimi. 1996. Prosuder
Penelitian. Jakarta : PT RINEKA CIPTA.
Jauhari, Heri. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung : CV
Pustaka Setia.
J. Moleong, Lexy. 1996. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung :
PT. Remaja Rosdakarya.
Margono, S. 1997. Metodelogi Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT
RINEKA CIPTA.
P. Shah, Vimal. 1995. Menyusun Laporan Penelitian. Yogjakarta :
Gajah Mada Universitas Pres
Syatori N, Toto. 2011. Metodologi Penelitian : Suatu Pengantar.
Cirebon : hanya untuk kalangan sendiri.
[1]
Suharsiimi Arikunto, 1996. Prosuder
Penelitian. Jakarta : PT RINEKA CIPTA. Hal. 356
[3] Toto Syatori N. 2011. Metodologi Penelitian : Suatu Pengantar.
Cirebon : hanya untuk kalangan sendiri hal. 143
[4]
Suharsiimi Arikunto, Op. Cit. Hal. 357-362
[5] Lexy J. Moleong. 1996. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung :
PT. Remaja Rosdakarya. Hal. 215-216
[6] Vimal P. Shah. 1995. Menyusun Laporan Penelitian. Yogjakarta :
Gajah Mada Universitas Press. Hal. 4