Maandag 15 April 2013

Laporan penelitian


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Tahapan terakir yang merupakan tahapan paling penting dalam proses pelaksanaan penelitian adalah tahapan laporan penelitian. Betapapun pentingnya teori dan hipotesis penelitian, atau atau betapun hati-hati dan telitinya rancangan dan pelaksanaan penelitian itu, atau bagaimanapun hebatnya penelitian itu, semuanya akan kecil hasilnya apa bila penelitian hasil penelitian tidak dilaporkkan secara tertulis. Peenelitian membutuhkan komuniksai dengan pihak lain sehingga pengalamaan penelitiannya menambah perbendarahaan untuk kepentingan perkembangan ilmu pengetahuan.
Bentuk, isi, dan cara melaporkan hasil penelitian akan menentukan bagaimana proses penyebaran pengalaman penelitian dapat berlangsung secara mestinaya didalam masyarakat luas.
Untuk berhasilnya penyebarannya pengalaman penelitian perlu mempertimbangkan beberapa pertanyaan dasar seperti : apa yang akan dilaporkan, siapa yang akan menerima laporan, dengan jalan apa laporan itu disebarkan, apa pengaruh penyebaran laporan itu?
B.   Rumusan Masalah
Rumusan masalah ini dibaut agar penulis mengatahui permasalahan apa saja yang akan mau dibahsa.
1.      Apa saja aturan penulisan karya ilmiah itu?
2.      Bagaimana format laporan penelitian?
3.      Bagaimana Fungsi, Isi, Dan Bentuk Laporan Hasil Penelitian?
4.      Bagaimana format penulisan skripsi?


C.   Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah tersebut penulis dapat menyimpulkan tujuan dari makalah ini, yaitu:
1.     Untuk mengetahui aturan penulisan karya ilmiah.
2.     Untuk mengetahui format laporan penelitian.
3.     Untuk mengetahui Fungsi, Isi, Dan Bentuk Laporan Hasil Penelitian.
4.     Untuk mengetahui format penulisan skripsi.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    ATURAN PENULISAN
Selama mengadakan pendidikan pelaksana tentu membuat catatan-catatan tentang apa mula-mula ia (mereka) pikirkan hingga muncul gagasan mengadakan penelitian. Terpenting dari catatan yang dibuat adalah apa yang telah dilaksanakan selama penelitian berlangsung. Di dalam menulis laporan penelitian, kita seperti sedangt bercerita. Agar apa yang kita ceritakan dapat dipahami oleh pembaca. Maka harus diperhatikan persyaratan-persyaratan tertentu. Tentu saja aturan penulisan laporan penelitian. Berbeda dengan aturan menulis cerita novel atau sejarah. Penelitian adalah suatu kerja ilmiah, maka laporan yang dibuat harus mengikuti aturan-aturan penulisan karya ilmiah.[1]
Laporan penelitian bertujuan untuk memberitahuakan kegitan penelitian mulai proses penelitian yang menggunakan metodologi tertentu sampai temuan yang didapatkan. Dalam prosesnya, dilakukan pengumpulan data, percobaan-percobaan daan anlisis data. Hasil penelitian dilaporkan dalam bentuk tulisan berdasarkan tata tulis yang lazim dan memenuhi persyaratan yang diperlukan. Laporan ini sering disajikan dalam pertemuan ilmiah atau seminar untuk mendapat tanggapan dari pihak lain dan untuk mempertanggungjawabkan kebenarannya.[2]
Yang perlu diperhatikan peneliti dalam menulis laporan hasil penelitian, antara lain adalah:
1.      Peneliti dalam menulis laporan harus tahu betul kepada siapa laporan itu ditujukan.
2.      Peneliti dalam menulis harus menyadari bahwa membaca laporan harus mengikuti kegiatan proses enelitian. Namun dalan hal ini lapopran mengajar orang lain untuk mencoba mengikuti ap yang talah ia lakukan. Oleh karena itu langkah demi langkah harus ditemukkan secara jelas termasauk alas an-alasan mengapa hal itu ia lakukan.
3.      Peneliti dalam menulis laporannya harus menyadari bahwa pembaca laporan penelitiannya tidak mengikuti kegiatan proses peneliti. Akan tetapi sipembaca diajak untuk mencoba untuk mengikuti proses penelitian yang dilakukan.
4.      Peneliti dalam menulis laporan harus menyadari bahwa latar belakang pengetahuan pengalaman dan minat pembaca lapopran tidaklah merupakan hal yang sangat penting, tatapi bsebaian lagi menangkap sebaiknya.oleh karena itu apabila peneliti memahami (tentu saja) beberapa pentingnya penelitian itu. Supaya dikemukakan dengan jelas letak dan kedudukan hasil penelitiannya dalam konteks pengetahuan secara umum.
5.      Dalam menulis hasil laporan penelitian, tidak perlu semua data dilaporkan, tetapi yang penting, jelas dan menyakinkan.[3]
B.     FORMAT LAPORAN PENELITIAN
Telah disebutkan bahwa banyak sekali format laporan yang yang dapat digunakan, yang sebenarnya ini yang dicakupkan sama. Yang menyebabkan adanya perbedaan adalah;
1.      Urutan penyajian
2.      Penekanan materi yang dilaporkan
3.      Pandangan perlu tidaknya suatu bagian disampaikan pembaca.
Sehubungan dengan format, burroughs mengatakan bahwa perbedaan format bukanlah hal begitu penting untuk dimasalahkan. Yang penting diperhatikan adalah;
1.      Bahwa pembacadapat memahami dengan jelas apa yang telah dilakukan oleh peneliti, apa tujuannya dan bagaimana hasilnya.
2.      Bahwa langka dan mendannya jelas sehingga pembaca dapat mengulangi proses penelitian itu apabila ia menghendaki.
Berikut ini akan disajikan sebuah model format laporan penelitian yang diajukan oleh Brog & Gall. Contoh format.
BAHAN PENDAHULUAN (PLEMINIARY MATERIALS)
1.      Halaman judul
2.      Pengantar kata
3.      Daftar isi
4.      Daftar table
5.      Daftar gambar
6.      Ilustrasi atau Diagram-diagram.
7.      Gambar laporan (body if the paper).
BAB I     PENDAHULUAN
A.    Permasalahan
B.     Rumusan permasalahan
C.     Tujuan penelitian
BAB II   PENELAAHAN KEPUSTAKAAN\KAJIAN PUSTAKA.
A.    Penemuan yang lalu
B.     Teori yang mendasari
C.     Ringkasan dan kerangka piker peneliti
D.    Hipotesis
BAB III METODOLOGI
A.      Pemilihan subjek. (populasi, sampel (cuplikan) dan bteknik sampling (teknik pencuplikan)
B.       Desain dan pendekatan penelitian
C.       Pengumpuilan data
BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN
A.    Validasi istrumen
B.     Pengumpilan data penyajian data
C.     Analisis data
D.    Hasil analisin
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil penelitia
B.  Pembahasan
C.  Diskusi
BAHAN PENUNJANG
A.    Kepustakaan
B.     Indeks[4]
C. FUNGSI, ISI, DAN BENTUK LAPORAN HASIL PENELITIAN
Setiap selesai mengadakan penelitian biasanya membuat laporan penelitian. Penulisan laporan penelitian itu berfungsi untuk memenuhi beberapa keperluan:
1.      Keperluan studi akademis
2.      Perkembangan ilmu pengetahuan
3.      Keperluan lembaga masyarakat, lembaga pemerintah, atau lembaga bisnis
4.      Keperluan publikasi[5]
Bentuk, isi dan gaya laporan penelitian harus disesuaikan baik dengan tingkat pengetahuan, pengalaman dan perhatian pembaca maupun dengan harapan mungkin akan berfeadag kepada mereka yang mencari keterangan dari hasil penelitian itu[6].

Contoh Kerangka Proposal Penelitian
(untuk kepentingan umum)
Proposal Penelitian Kuantitatif
Proposal Penelitian Kualitatif
PENDAHULUAN :
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Identifikasi Masalah
C.     Pembatasan Masalah
D.    Perumusan Masalah
E.     Tujuan dan Kegunaan Penelitian
LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR :
A.    Landasan teori/kerangka teori/tinjuan teoritis/tinjuan pustaka
B.     Kerangka berpikir
C.     Penelitiaan yang relevan
D.    Hipotesis penelitian
METODOLOGI PENELITIAN :
A.    Sasaran, waktu, dan lokasi penelitian
B.     Metode penelitian yang digunakan
C.     Populasi dan teknik pengambilan sampel
D.    Instrument penelitian (termasuk uji coba intrument)
E.     Teknik pengumpulan data
F.      Teknik analisis data
G.    Hipotesis statistic
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN :
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Pertanyaan/Perumusan Penelitian
C.     Tujuan dan Kegunaan Penelitian

LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR :
A.    Landasan teori/kerangka teori/tinjuan teoritis/tinjuan pustaka
B.     Kerangka berpikir
C.     Penelitian yang relevan

METODOLOGI PENELITIAN :
A.    Sasaran, waktu, dan lokasi penelitian
B.     Metode penelitian yang digunakan
C.     Instrument penelitian
D.    Teknik pengumpulan data
E.     Teknik analisis data

DAFTAR PUSTAKA[7]

D.    FORMAT SKRIPSI
Laporan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh mahasiswa lazim dinamakan skripsi. Skripsi ini harus mengikuti bentuk-bentuk tertentu seperti yang telah digariskan oleh perguruan tinggi di mana mahasiswa tersebut belajar. Yang dimaksud dengan bentuk skripsi adalah keseluruhan bagian yang perlu ada atau bilamana ada pada suatu buku skripsi. Mengingat hasil penelitian yang disusun dan dilaporkan dalam bentuk skripsi kenyataannya berbentuk buku, maka bentuk buku skripsi ini tidak jauh berbeda dengan bentuk buku-buku teks pada umumnya.
Biasanya bentuk buku skripsi terdiri dari tiga bagian pokok, yaitu;
1.      Bagian awal (premiliany section),
2.      Bagian tengah (contents, body atau text).
3.      Bagian akhir (refence section).
Pada masing-masing bagian itu berisi kelengkapan-kelengkapan pokok yang perlu ada dan kelengkapan-kelengkapan yang kurang pokok yang tidak merupakan keharusan untuk dicantumkan pada bagian-bagian itu.
1.      Bagian Awal (premininiary section) biasanya berisi kelengkapan-kelengkapan sebagai berikut;
a.       Halaman judul (title page)
b.      Halaman penerimaan (pengesahan) skripsi oleh pembingbing.
c.       Halaman motto atau persembahan (bilamana ada)
d.      Halamn kata pengantar atau acknowledgement (ucapan terima kasih)
e.       Halaman daftar isi
f.       Halaman data table ( bilamana ada)
g.      Halaman daftar gambar; grafik, diagram bagramdata dan sebagainya (bilamana ada)

2.      Bagian Tengah (content) biasanya berisi kelengkapan- kelengkapan sebagai berikut;
a.       bab pendahuluan
b.      bab uraian teoretis (tinjaun pustaka)
c.       bab-bab uraian empiric (hasil penelitian)
d.      bab kesimpulan dan saran.
3.      Bagian Akhir (reference section) biasanya berisi kelengkapan-kelengkapan sebagai berikut;
a.       Daftar Pustaka (bibliografi) .
b.      Lampiran atau Appendix (bilamana ada).
c.       Indeks 9 bilamana ada).
Untuk lebih memahaminya kami berikan penjelasan mengenai bagian dari skripsi itu sendiri sebagai berikut :
1.      Bagian Awal
a.       Halaman judul yang dicantumkan halaman judul ;
1)      Pada halaman bagian atas ditulis judul skripsi, dimana jika lebih dari satu baris disusun berbentuk piramida terbalik dan diketik dengan satu spasi. Judul skripsi keseluruhannya diketik dengan huruf besar, ditulis lengkap tidak ada bagian yang disingkat.
Judul skripsi sebaiknya singkat, tetapi cukup mencerminkan secara jelas dan deskriptif isi skripsi, sehingga pembaca dapat memperoleh pengertiasn yang tetap mungkin mengennai apa yang dimaksud oleh penulis. Dapayt juga judul skripsi dibagi dalam dua bagian, bilamana judul itu dirasa terlalu panjang. Bagian pertama merumuskan pokok persoalan, sedangkan bagian kedua, yang merupakan anak judul, merupakan keterangan pada pokok persoalan.
2)      Pada halaman bagian tengah dicantuimkan suatu pernyataan yang menjelaskan bahwa akripsi itu diajukan untuk memperlengkapi tugas-tugas dan memenuhi syara-syarat guna mencapai gelar sarjana ilmu tertentu pada jurusan tertentu disuatu fakultas dari universitas tertentu. Pertanyaan ini diketik satu spasi dan juga dalam bentuk piramida terbalik.
3)      Pada halaman bagian bawah ditulisjkan nama lengkap penulis dan nomor mahasiswanya. Nama penulis  diketik dengan huruf besar.
4)      Pada halaman bagian paling bawah dituliskan bulan dan tahun penyerahan.
Perlu diperhatikan bahwa halaman judul ini dihitung sebagai halaman pertama dari bagian awal skripsi, tetapi tidak perlu diberi nomer halaman.
b.      Halaman penerima skripsi oleh pembingbing
Halaman ini berisi;
1)      Nama kota dan tanggal, bulan, tahun,( tempat dan waktu) pengesahan skripsi.
2)      Kalimat; Disetujui dan diterima baik oleh pembingbing.
3)      Ruang tanda tangan dan nama lengkap ndari dosen pembingbing. Pengesahan ini ditempatkan pada setengah halaman bagian bawah dari halaman penerima atau pengesahan tersebut.
4)      Halaman motto persembahan ( bilamana ada). Halaman ini dapat berisi motto dan atau persembahan. Motto dituliskan di bagian kiri atas. Motto adalah semacam semboyan yang berupa kalimat pendek, yang menggambarkan pandangan hidup penulis sehubungan dengan penulis skripsi tersebut. Denngan demikian motto merupakan pernyataan penulis secara implicit bahwa permasalahan yang sedang diteliti itu penting dan urgen. Fungsi lain dari motto adalah guna menyegarkan ‘’ usaha’’ skripsi itu sendiri, mengingat bahwa uraian ilmiah biasanya cenderung bersifat kering.
Mengingat fungsi tersebut maka penulis perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut;
a)      Isi motto hendaknya ada hubungannya dangan masalah yang ditulis.
b)      Motto jarang terlalu panjang.
c)      Motto hendaknya puitis.
d)     Hendaknya dicantumkan dari mana motto itu berasal.
Contoh Motto;
Tiada pengorbanan yang sia-sia
Jer besuki mowo beyo
Pengetahuan adalah kekuasaan
Tiada lari gunung dikejar
Motto dapat diambil dari peribahasa, dalil-dalil agama, ucapan orang-orang besar, ide ciptaan penulis sendiri dan sebagainya. Motto tidak terikat harus menggunakan bahasa Indonesia.
Kata persembahan ditulis dibagian bawah kanan. Ini bermaksud member kesempatan kepada penulis untuk menyampaikan kata hatinya terutama hasrat pengabdiannya.
Contoh kata persembahan;
Persembahan buat : Ayah ibu terhormat dan adik-adik tercinta .
Buat almameter dan Solo kotaku.
c.       Halaman kata pengantar
Fungsi utama dari pengantar (prefance) adalah mengantarkan para pembaca pada persoalan yang dibahas, judulnya, mengapa memilih persoalan itu, tetapi belum sampai pada keseluruhan persoalannya.
Kata pengantar juga berisi dalam rangka apa skripsi itu ditulis, cara pendekatan apa penulis pergunakan, dan kekhususan-kekhususan tertentu dari skripsi tersebut. Kemudian diikuti ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam rangka penyusunan skripsi itu (acknowledgement).
Pada akhir pernyataan tersebut, disebelah kanan dituliskan; kota, bulan dan tahun. Dibawahnya dicantumkan kata ‘’penulis’’ dan dibawahnya lagi disebutkan ‘’nama penulis’’ dalam tanda kurang.
Kata pengantar ini sebaiknya dibuat sesingkat-singkatnya, cukup dalam satu halaman.
d.      Halaman daftar isi
Isi pada daftar isi ini sebenarnya adalah kerangka dari skripsi itu. Disamping member petunjuk secara garis besar mengenai seluruh isi yang terdapat dalam skripsi itu, daftar isi juga memberikan gambaran yang pasti tentang urutan cara berpikir penulis dalam memecahkan persoalan (sistenatik).
Biasanya daftar isi membuat :
Daftar isi (sebagai judul)
Daftar tabel (sebagai judul, bilamana ada)
Daftar gambar (sebagai judul, bilamana ada)
Judul bab-bab skripsi.
Sub-sub bab.
e.       Halaman daftar tabel (bila ada)
Bila skripsi itu mencantumkan banyak tabel, maka tabel-tabel tersebut hendaknya didaftar urut untuk seluruuh isi skripsi dengan nomor yang berurutan. Daftar tabel ini hendaknya dimuat pada halaman daftar tabel.
f.       Halaman daftar gambar (bila ada)
Sebagaimana pada tabel, gambar, (dapat berupa grafik, diagram, bagan, peta dan sebainya) hendaknya diberi nomor urut untuk seluruh isi skripsi. Daftar gambar tersebut kemudian dimuat pada halaman daftar gambar.

2.      Bagian tengah
Isi skripsi dibagi dalam bab-bab, dimana setiap bab dibagi-bagi lagi atas subbab-subbab. Subbab dapat dibagi lagi atas anak pragraf dan seterusnya. Jumlah bab dalam skripsi tergantung pada pembagian yang logis serta sifat pada materi yang dibahas. Sekalipun demikian hal-hal sebagai berikut perlu diperhatikan :
a.       Bab pendahuluan, yang berisi beberapa hal yaitu;
1)      Latar belakang persoalan, mengungkap latar belakang timbulnya masalah yang akan dibahas dalam skripsi.
2)      Perumusan masalah atau identifikasai masalah.
3)      Apa yang menjadi tujuan serta kegunaan dari penelitian itu.
4)      Kerangka pemikiran.
5)      Anggapan dasar yang dijadikan titik tolak buktikan kebenarannya, juga merupakan penuntun arah dari analisis data.
6)      Uraian metodologi penelitian, di mana dibicarakan.
a)      Rancangan penelitian
b)      Jenis paryabel dan pengukurannya
c)      Responden
d)     Metode penarikan sampel
e)      Metode pengumpulan data
f)       Instrument penelitian
g)      Analisis data (model analisis).
Kita mengenal data berbagai model analisis misalnya analisis regresi dan korelasi, analisis linier programming, analisis input autput, analisis benefic-cost ratio dan sebagainya. Untuk pengujian hipotetis dalam statistic dikenal ada uji t, uji F, uji .
Dari metode analisis yang dipilih kemukakan kebaikan dan kelemahannya atau keterbatasannya dan kemukakan usaha-usaha untuk mengatasi kelemahannya.
7)      Outline laporan penelitian yang merupakan ikthisar dari skripsi.
Dalam subbab ini diuraikan secara singkat pada bab-bab yang ada dalan skripsi. Dengan perkataan lain diuraikan struktur atau sistematik skripsi. Sesudah bab pendahuluan, kemudian dikemukakan bab-bab penguraian dan dibagi menurut bagian-bagian yang logis.
b.      Bab Uraian teori atau tinjaun pustaka.
Dalam bab ini diketegahkan teori-teori ilmu pengetahuan yang yang bersangkutan dengan persoalan yang sedang diteliti. Misalnya yang sedang diteliti masalah pemasaran komoditi hasil pertanian, maka diketengahkan teori-teori ilmiah tentang pemasaran (tata niaga) komoditi hasil pertanian. Teori disinig=h mencakup pula hasil-hasil penelitian yang sudah ada dari peneliti terdahulu dalam bidang yang sama. Perlu diperhatikan uraian teori disini supaya diarahkan pada penguatan hipotesis yang telah dikemukakan pada bab pendahuluan.

c.       Bab-bab uraian empiric atau hasil penelitian
Dalam bab-bab ini disajikan data yang didapat dari penelitian lapangan (setelah data yang dibutuhkan dikumpulkan, disusun, dan diolah). Dari data yang telah disajikan itu kemudian diadakan penganalisisan, untuk nantinya pada kesimpulan-kesimpulan hasil analisis. Perlu diperhatikan bahwa analisis data hendaknya diarahkan pada pembuktian hipotetis yang telah dikemukakan oleh penulis.
Banyaknya bab uraian empiric ini ditentukan menurut kebutuhan. Umumnya dipisahkan dalam ‘’bab ganbaran umum objek penelitian’’, ‘’bab analisis data’’, ‘’bab kesimpulan dan saran’’.

3.      Bab Terakhir
Dari skripsi merupakan bab kesimpulan dan saran. Bab terakhir dari dari bagian tengah ini biasanya terdiri dari dua subbab, yaitu;
a.       Kesimpulan.
Perlu diperhatikan bahwa kesimpulan tidaklah sama dengan ikhtisar. Sesuatu yang menyimpulkan akan memperhatikan interpretasi mengenai implikasi hubungan dan akibat atau hasil dari segenap uraian yang mendahuluinya, sedangkan ikhtisar meringkaskan apa yang telah diuraikan. Dalam mengemukakan kesimpulan penulis tidak diperkenankan menyimpulkan sesuatu apabila pembuktiannya tidak terdapat dalam penguraian. Dan dalam kesimpulan iniakir penulis menarik kesimpulan apakah proses Hipotesis yang telah dikemukakan pada bab pendahuluan terbukti benar atau sebaliknya terbukti tidak benar.
Untuk melihat ketetapan dan kewajaran “kesimpulan” perlu dijawab pertanyaan-pertanyaan dibawah ini untuk mengeceknya :
1)      Apakah kesimpulan itu dapat diperkuat dengan bukti-bukti yang terdapat dalam uraian?
2)      Apakah kesimpulan itu langsung berhubungan dengan pembuktian benar tidaknya sesuatu hipotesis, selanjutnya untuk hipotesis yang mana?
3)      Apakah kesimpulan itu diperoleh dari hasil pertimbangan yang tidak memihak pada data?
4)      Apakah kesimpulan itu terbatas pada uraian yang ada, ataukah penulis telah membuat kesimpulan yang terlalu luas, melebihi batasan-batasan generalisasi?
5)      Apakah keseluruhan simpulan merupakan jawaban yang langsung terhadap masalah dan tujuan penelitian?
6)      Apakah perumusan kesimpulan telah jelas dan teliti sehingga setiap pembaca dapat menangkapnya?
b.      Saran
Saran-saran ini harus menunjukan kesesuaian seperti dengan masalah, penguraian, dan kesimpulan. Saran-saran ini muncul karena peneliti melihat kelemahan-kelemahan yang berhubungan dengan objek studinya.

4.      Bagian Akir
Bagian akir ini biasanya terdiri dari :
a.       Daftar Pustaka (bibliografi)
Yang dimaksud daftar pustaka adalah suatu daftar yang terperinci dan sistematis dari semua karya ilmiah yang oleh penulis gunakan dalam penulisan skripsi baik secara langsung maupun tidak langsung.
b.      Lampiran atau appendix (bila ada)
Yang dimaksud dalam lampiran misalnya formulir, suara keterangan, daftar pertanyaan, daftar angkaet, contoh-contoh, peraturan-peraturan, akte perjanjian, anggaran ru,mah tamngga dan sebagainya. Lampiran diperlukan apabila ada bahan-bahan yang bersifat suplementer (melengkapi) atau ekplanatoria (menjelaskan) yang tidak perlu dimasukan dalam teks. Bilamana terdapat terdapat lebihh dari sebuah lampiran dapat disesuaikan dengan urutan keperluannya dalam teks atau menurut keselaratan lampiran dalam keseluruhannya. Lampiran biasanya ditandai angka romawi besar, jadi lampiran yang pertama disebut lampiran I dan seterusnya.
c.       Indeks (bila ada)
Mungkin dalan skripsi itu banyak terdapat kata atau istilah asing atau bahasa daerah yang kiranya memerlukan penjelasan tersendiri, maka kata dan istilah asing beserta penjelasannya dapat dimasukan dalam indeks istilah. Indeks ini dapat juga untuk menyajikan daftar pengarang dimana tulisan-tulisannya telah banyak dikutip dalam skripsi tersebut, dan daftar subjek pembicaraan penting yang terdapat dalam skripsi tersebut. Keduanya berturut-turut dinamakan indeks pengarang dan indeks subjek. Indeks ini di susun secara alfabetis agar muda dicari.[8]                                                            



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Penulisan laporan penelitian merupakan sutu bagaian akir yang tak terpisahkan dari kegiatan penelitian dan dibagi atas beberapa bagian yaitu fungsi, jenis, dan bentuk loparan penelitan, kerangka dan isi laporan.
Pada bagian ini, fungsi laporan  ada macam-macam sesuai dengan keperluan penggunaan laporan penelitian itu sendiri. Berkaitan dengan bentuk laporan penelitian itu menjaddi berbagai macam. Uraian pada bagian ini seterusnya hanya dibatasi pada laporan penelitian bentuk ilmiah.
Laporan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh mahasiswa lazim dinamakan skripsi. Skripsi ini harus mengikuti bentuk-bentuk tertentu seperti yang telah digariskan oleh perguruan tinggi di mana mahasiswa tersebut belajar. Yang dimaksud dengan bentuk skripsi adalah keseluruhan bagian yang perlu ada atau bilamana ada pada suatu buku skripsi. Mengingat hasil penelitian yang disusun dan dilaporkan dalam bentuk skripsi kenyataannya berbentuk buku, maka bentuk buku skripsi ini tidak jauh berbeda dengan bentuk buku-buku teks pada umumnya.
Biasanya bentuk buku skripsi terdiri dari tiga bagian pokok, yaitu;
1.      Bagian awal (premiliany section),
2.      Bagian tengah (contents, body atau text).
3.      Bagian akhir (refence section).



DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsiimi. 1996. Prosuder Penelitian. Jakarta : PT RINEKA CIPTA.
Jauhari, Heri. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung : CV Pustaka Setia.
J. Moleong, Lexy. 1996. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Margono, S. 1997. Metodelogi Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT RINEKA CIPTA.
P. Shah, Vimal. 1995. Menyusun Laporan Penelitian. Yogjakarta : Gajah Mada Universitas Pres
Syatori N, Toto. 2011. Metodologi Penelitian : Suatu Pengantar. Cirebon : hanya untuk kalangan sendiri.


[1] Suharsiimi Arikunto, 1996. Prosuder Penelitian. Jakarta : PT RINEKA CIPTA. Hal. 356
[2] Heri Jauhari. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung : CV Pustaka Setia. Hal 179
[3] Toto Syatori N. 2011. Metodologi Penelitian : Suatu Pengantar. Cirebon : hanya untuk kalangan sendiri hal. 143
[4] Suharsiimi Arikunto, Op. Cit. Hal. 357-362
[5] Lexy J. Moleong. 1996. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Hal. 215-216
[6] Vimal P. Shah. 1995. Menyusun Laporan Penelitian. Yogjakarta : Gajah Mada Universitas Press. Hal. 4
[7] Toto Syatori N, 2011. Op. Cit. Hal. 141-142
[8] S. Margono. 1997.Metodelogi Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT RINEKA CIPTA. Hal.245-255